MALU?

Senin, 12 Oktober 2009

Oleh: Nur Hasanah

Hidup di dunia hanya sekali. Namun, ada pertanyaan “sebenarnya berapa kali kita hidup di dunia??

Sekarang tahun 2009. 10 tahun yang lalu tahun 1999. 10 tahun yang lalu tahun 1989. Begitu juga seterusnya, tahun selalu berubah. Semua itu ada kehidupan tentunya. Dan gaya dari kehidupan itu tak selalu sama. Macam karakter manusiapun saling berbeda antara satu sama lain. Tak ada yang sama! Ada orang yang peduli, ada juga yang tak peduli. Ada orang baik, ada juga yang jahat, ada orang kaya, begitu juga ada orang miskin. Semua itu bisa terjadi dalam satu periode ataupun lain periode. Selain itu, ada orang yang mempunyai sifat pemalu, namun sebenarnya ada juga orang yang tak punya malu. ( Dari mana kamu tahu?? ). Berbagai macam media ada dalam dunia ini. Menghias kehidupan kita, tak luput terpampang dalam keseharian kita. Ada buku sejarah dimana-mana, cerita lisan yang hampir tiap saat terkumandangkan. Namun, bagaimana dengan 10 tahun atau 100 tahun yang akan datang?? Akan masih adakah kehidupan seperti sekarang ini?

Kebudayaan tidak pernah statis. Ia senantiasa dinamis dan beradaptasi secara dialektis dan kreatif dengan dinamika masyarakat. Adakalanya ia memengaruhi, juga sebaliknya, dipengaruhi masyarakatnya. Kebudayaan mengalir dalam gerak saling-pengaruh yang tanpa akhir dalam denyut nadi kehidupan. Terkadang arusnya kecil, terkadang besar, bahkan ia bisa menjadi gelombang besar yang mempengaruhi kesadaran dan laku kita. Kalau kini orang berbicara tentang krisis masyarakat yang mendalam, bukankah ia juga berbicara tentang krisis budaya, krisis nilai, krisis kehidupan itu sendiri. Baca entri selengkapnya »

Iklan