Sensor adalah …..

Sabtu, 14 Juni 2008

Sensor adalah s e n s o r

Secara sederhana sensor bisa diartikan sebagai pengawasan dan kontrol atas gagasan yang bersemi di tengah masyarakat. Biasanya sensor mengacu pada penyelidikan dan pengawasan ketat terhadap buku, majalah, naskah drama, film, siaran televisi, radio, berita, dan media komunikasi lainnya. Tujuannya adalah mengubah atau menghapus bagian-bagian yang diangap melanggar patokan tertentu, misalnya melanggar moral, mengancam keamanan nasional, dan lain-lain.
Konon, sensor sudah dikenal sejak jaman yunani kuno. Adalah socrates, orang pertama yang gigih melwan sensor, dia bahkan harus mati demi mempertahankan kebebasan berpikir. Socrates selalu mengajarkan pada murid-muridnya untuk mengembangkan kebebasan intelektual. Ironisnya, justru muridnya, Plato, yang menjadi filsuf pertama yang merumuskan konsep sensor di masa itu. Bagi plato, seni harus tunduk pada moralitas, seni yang tidak bisa memberi inspirasi prinsip moral haruslah dilarang. Demikian pula kepercayaan pada tuhan yang tidak tepat.
Sejarah mencatat bahwa konsep semacam itu memakan banyak korban. Tak terhitung jumlahnya orang yang harus mati karena diangap menyebal. Itu terjadi baik dalam sejarah masyarakat Barat (Roma dan Kristen) maupun sejarah Islam. Jika kita baca lembar-lembar sejarah, tak bisa dihitung berapa banyak buku yang harus dibakar dan dimusnahkan.


Di masa modern, sensor tidak lenyap. Bahkan ketika orang mulai merayakan kemenangan kebebasan individu melalui demokrasi liberal, sensor ternyata mewujud melalui pengawasan negara atas warganya. Atau, jia tidak demikian, sensor tampil dalam bentuk larangan atas gagasan lain di luar gagasan mainstream, terutam ayang dianggap mengancam tatanan yang sudah mapan.
Dalam bentuknya yang lebih canggih, sensor hadir melalui mekanisme surveillance:pengawasan 24 jam sehari atas tubuh warganegara.
Jadi?

One Response to “Sensor adalah …..”

  1. Ajaran Says:

    Sensor adalah… tiiiiiiitttttt……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: