Menikah

Rabu, 29 Agustus 2007

Muhammad Syihabuddin, anggota Perkumpulan Lafadl Initiatives, menikah dengan Mirna Muhardina, 19 Agustus 2007. Semoga menjadi keluarga yang bahagia…

Kaosoblonk Edisi#3 Agustus 2007

Rabu, 22 Agustus 2007

Lafadl kembali memproduksi kaos bertema kampanye di bawah label Pingsoet Kaosoblonk (salah satu unit fundraising Lafadl Initiatives). Pada edisi #3 ini, Pingsoet mengangkat tema Lapindo (dua isu @ satu desain masing-masing 50 pcs), Pluralisme (dua desain @ 20 pcs) dan Munir (dua desain @ 20 pcs). Tersedia dalam ukuran M, L dan XL. Anda bisa membeli langsung kaos tersebut di kantor Lafadl atau bisa pesan melalui e-mail ke lafadl@gmail.com.

Seri Berantas Lapindo

Baca entri selengkapnya »

Oleh: Heru Prasetia (salah satu anggota Tim Kerja lafadl initiatives)

Kali ini aku tidak akan banyak bercerita soal-soal lucu seperti yang biasanya kuceritakan kepadamu. Memang sudah lama aku juga tidak menulis surat untukmu. Mungkin aku sudah merasa tidak ada lagi yang perlu dipercakapkan. Atau barangkali aku sudah kehabisan cerita untuk dibagi. Kali ini bukan dongeng, bukan pula cerita tentang tokoh-tokoh rekaan seperti yang sudah-sudah. Kali ini aku ingin bercerita hal ihwal yang mungkin tak sering kau risaukan meski kadang melintas-lintas di pikiranmu.

Tahukah kamu, jika aku, kali ini, ketika sedang menuliskan surat ini padamu, sedang risau dengan apa yang akan terjadi kelak dikemudian hari pada bumi tempat kita berpijak ini. Ganjil? Begitulah….Tapi tak perlu risau, aku tak akan menyeretmu ke soal-soal yang rumit ini. Seperti biasa, aku hanya ingin kau membaca suratku ini, tanpa harus takjub, tanpa harus cemas. Satu hal yang pasti terlintas di kepalamu saat ini adalah kenapa aku berkehendak untuk menulis surat semacam ini. Begini, semalam sebelum berangkat tidur aku membaca tulisanku sendiri yang akan kupublikasikan lewat newsletter yang juga aku buat sendiri itu. Ah, jangan bertanya nasib newsletter itu. Masih sama seperti dulu: ia terbit jika dikendaki terbit. Repotnya, menerbitkan secuil newsletter seperti itu saja bisa segudang urusannya. Aku akan bercerita padamu (lagi) soal ini kapan-kapan. Nah, dari tulisan pendek yang belum selesai itu (kau pernah berkata bahwa tak ada tulisan yang pernah benar-benar selesai) aku teringat kamu, entah kenapa, hingga aku menulis surat ini. Tulisanku itu seperti ini ujudnya: Baca entri selengkapnya »