LIPI DISERANG!!!

Senin, 2 April 2007

Sebagai bentuk keprihatinan terhadap absennya pemberitaan media massa, kami tampilkan catatan seorang kawan tentang penyerangan dan kekerasan terhadap kebebasan berpendapat. Tragisnya, peristiwa ini terjadi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), lembaga yang punya stempel resmi dari negara. Kami berharap duplikasi dalam publikasi alternatif bisa terus mengingatkan akan ancaman terhadap kebebasan berpikir ini.

Kru Lafadl

LIPI DISERANG!

 

Siang itu, Rabu 28 Maret 2007, saya kebetulan baru saja datang ke kantor. Jam sudah menunjukan sekira pukul 13.05 WIB. Ada sebuah diskusi tentang multikulturalisme yang hendak saya ikuti, kebetulan saya penyaji makalahnya. Akan tetapi, tidak selang berapa lama, seratusan orang datang bergerombol. Mereka teriak2 kasar, beberapa orang bahkan tampak membawa kentungan. Memang ada beberapa polisi dan satpam yang tampak berjaga, tapi jumlah massa terlalu banyak.

Saya yang sedang berada di lt. 3 awalnya tidak mengerti apa yang sesungguhnya terjadi. Seorang kolega berbisik bahwa mereka, seratusan orang yang bergerombol itu, sedang mencari Pak Asvi Warman Adam yang dipandang pembela komunis, terutama sekarang, ketika isu komunisme muncul kembali lewat kontroversi buku ajar sekolah. Setelah dibisiki begitu saya segera mengerti. Keadaan tampak mencekam. Puluhan orang sudah masuk ke lantai 2, mengacung-acungkan pentungan. Saya yang sedang berdiri melihat-lihat ditunjuk-tunjuk, diteriaki supaya turun. Saya kaget juga dan agak takut. Segera saya masuk ruangan, takut keadaan menjadi tak terkendali.

Tapi akhirnya polisi berhasil bernegosiasi dengan pimpinan mereka. Padahal mereka pada awalnya maksa hendak ke puslit politik di lt.11 untuk mencari Pak Asvi. Singkat cerita, setelah keadaan terkendali, seratusan orang itu pulang dengan meninggalkan serakan sampah di kantor LIPI. Mereka datang dari berbagai elemen: FKPPI, Pemuda Pancasila, HMI Gunadharma, FPI, dan entah apa lagi.

Siang itu saya tetap berdiskusi. Tapi saya berpikir, lalu, bangsa macam apa Indonesia ini? ketika semuanya harus diselesaikan dengan kekerasan? Bagaimana nasib kebebasan intelektual di negeri kita di tengah arus demokratisasi yang gaungnya semakin lamat-lamat?

Herannya, peristiwa ini, sependek pengetahuan saya, tidak disiarkan di berita manapun, TV maupun koran. Bagi saya, ini preseden buruk. Bahkan LIPI yang punya legitimasi resmi dari negara pun dapat dengan tiba-tiba diserang begitu saja oleh orang-orang yang bergerombol atas nama kebencian? Lalu bagaimana dengan komunitas2 kecil di daerah-daerah?

Saya kira kaum intelektual harus segera mengkonsolidasikan diri. Sekarang apa yang disebut ruang publik dikuasai oleh wacana dan praktik yang anti-keberbedaan. Kebebasan intelektual sekarang sedang terancam!

 

Amin Mudzakkir

Peneliti LIPI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: