Diskusi Forum Lafadl: “Locating Southeast Asia”

Minggu, 4 Februari 2007

Mulai bulan februari 2007 ini, kami kembali menggelar Forum Diskusi Lafadl. Pada hari senin tanggal 5 Februari 2007 kami mengundang Dr. Muhadi Sugiono (Dosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIPOL, UGM) sebagai pembicara. tema diskusi kali ini berpijak pada buku “Locating Souteast Asia” (editor: Paul Kratoska, Henk Schulte Nordholt, and Remco Raben). Rincian pelaksanaan dan TOR adalah sebagai berikut di bawah ini. Mengenai informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami di Telp. 0274-888726 atau  081 328 198689 (Shohib) atau email ke lafadl@gmail.com

Diskusi buku “Locating Southeast Asia” (editor: Paul Kratoska, Henk Schulte Nordholt, and Remco Raben)

Pembicara   : Dr. Muhadi Sugiono (Dosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIPOL, UGM)

Hari/Tgl    : Senin/05 Februari 2007

Waktu       : 15.00 WIB

Tempat      : Kantor Lafadl, Jl. Dayu Baru 1A (Jalan Kaliurang Km. 8, pom bensin ke utara, pertigaan pertama belok kiri.  Pertigaan pertama belok kanan, rumah urutan kedua sebelah kanan). Telp. 0274-888726

Konfirmasi  : Shohib (081 328 198689)

Abstraksi diskusi buku

Studi kawasan telah menjadi studi yang kurang lebih established di berbagai universitas di banyak negara, termasuk Indonesia. Studi ini mengasumsikan dunia dikotak-kotakkan menjadi beberapa wilayah geografis dengan namanya masin-masing: Amerika Latin, Afrika, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur, Australia, Eropa, Amerika.

Dalam studi ini, di samping terjadi parsialisasi dunia menjadi beberapa bagian, juga terdapat generalisasi untuk tiap bagian itu. Misalnya, Asia Tenggara diasumsikan sebagai satu entitas tunggal yang, karenanya, bisa dipisahbedakan dengan Asia Timur. Bahwa sebenarnya di dalam “Asia Tenggara” terdapat entitas-entitas lebih kecil yang memiliki spesifikasi tersendiri, dan bahwa sebenarnya tidak bisa dilakukan pemisahan dan pembedaan secara mutlak antara Asia Tenggara dengan Asia Timur, sedikit banyak terabaikan dalam kajian studi kawasan.

Meski secara spesifik buku ini berbicara mengenai Asia Tenggara, akan tetapi disinggung pula tema studi kawasan secara lebih luas. Bagaimana studi kawasan muncul? Sejak kapan studi kawasan mulai established? Apa dasar pembedaan masing-masing kawasan tersebut? Apakah konsepsi tentang “kawasan” telah menjadi sesuatu yang baku dan tidak boleh diganggu gugat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: