BENGKEL YANG TAK PERNAH TURUN MESIN…

Jumat, 18 Agustus 2006

Acara bengkel kerja yang kami gelar tempo hari pada akhirnya juga melahirkan berbagai komentar. Para peserta umumnya memberi tanggapan positif terhadap acara ini. Seorang peserta mengeluhkan kritik dan kecaman tajam dari fasilitator. Namun sebagian besar peserta justru menganggap kritik itu sebagai pemacu dan motivasi untuk menulis lebih baik. Mereka juga merasa bengkel semacam ini sebagai pengalaman baru justru karena tidak banyak materi ceramah namun lebih banyak menulis dan sharing. Para peserta umumnya memang tidak membayangkan acara pelatihan yang miskin materi ceramah ini. Fuad, misalnya, melukiskannya dengan mengatakan bahwa di acara ini peserta tidak ditempatkan sebagai gelas kosong yang diisi air, namun sebagai orang yang harus mencari gelas sendiri, mencari air sendiri, dan memberi warna sendiri pada air itu. Baginya, acara semacam ini punya manfaat besar karena membuatnya untuk selalu berpikir dan mengolah dirinya. Peserta lain, Tarlen, mengungkapkan bahwa bertemu dan sharing dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang memberinya pengalaman baru (lihat di SINI).Angggit menuliskan pengalamannya di blog ini. Lihat di SINI.

Hal yang paling menggembirakan adalah bahwa peserta menyatakan ingin meneruskan dan mengembangkan kemampun menulisnya. Anggit bahkan “menuntut tanggungjawab panitia dan fasilitator” yang telah menyeretnya ke dunia tulis menulis. Maksudnya, ia merasa harus ada tindak lanjut dari proses belajar selama empat hari ini. Mereka juga bersepakat untuk membuat blog sebagai ajang belajar menulis. Blog tersebut bisa dilihat di SINI.

Para fasilitator juga punya tanggapan tersendiri atas acara ini. Hikmat merasa ada proses kemajuan yang sangat baik dibanding dengan draft awal tulisan para peserta.

Lebih jauh, Hikmat menuliskan pengalamannya di SINI. Mas Bisri menyatakan proses menulis juga harus mengalami bongkar pasang baik melalui proses kritik dari orang lain. Sebagai proses belajar, menulis dan menulis selama empat hari berturut-turut bengkel ini tidak memberi ruang bagi para peserta untuk “turun mesin”. Karena itu yang paling penting adalah proses selanjutnya setelah acara bengkel kerja ini untuk terus menulis dengan menyisakan ruang bongkar pasang dan terus memperbaiki…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: