BENGKEL KERJA BUDAYA: BELAJAR MENULIS SEJARAH SOSIAL MASYARAKAT

Jumat, 18 Agustus 2006

 

Setelah mengalami penundaan, acara Bengkel Kerja Budaya:Belajar Menulis Sejarah Sosial Masyarakat akhirnya bisa terselenggara pada tanggal 25-29 Juli 2006 di Jogjakarta. Semula, program ini direncanakan berlangsung pada tanggal 13-17 Juni 2006 (block note untuk peserta yang dipesan jauh hari sebelumnya pun bertanggal itu). Tetapi sebagai bentuk solidaritas kepada korban gempa bumi yang menimpa Yogya dan sekitarnya pada tanggal 27 Mei 2006 lalu, kami akhirnya sepakat untuk mengundur jadwal acara menjadi dengan tempat penyelenggaraan yang masih sama, di Studia Audio Visual PUSKAT Sinduharjo Sleman Yogyakarta.

Sebelumnya, untuk mempublikasikan acara ini, kami menggunakan dua metode yaitu melalui mailing-list (milis) dan penyebaran pamflet. Panitia mempublikasikan acara ini di lebih 30 milis. Informasi via milis ini banyak disebarluaskan kembali oleh para pengguna internet, entah itu lewat japri (jalur pribadi) atau di-forward lagi ke milis yang lain. Publikasi ini juga terpampang di sejumlah blog komunitas selain, tentu saja, di blog lafadl ini. Lihat di SINI dan SINI. Jaringan komunikasi via internet terbukti sangat efektif untuk publikasi acara semacam ini. Karena jangkauan internet yang tak mengenal ruang dan batas, beberapa lembaga di luar Jawa menerima publikasi acara ini dan sempat menyatakan ketertarikan untuk melamar menjadi peserta.

Publikasi via pamflet dilakukan terutama ke daerah-daerah yang diperkirakan akses jaringan internetnya lemah. Kami mengirimkan pamflet via pos ke sedikitnya 20 daerah, dengan sasaran lembaga yang kami perkirakan menjadi tempat berkumpulnya calon-calon penulis-aktivis, seperti perpustakaan daerah, komunitas-komunitas baca, LSM, CBO atau ormas. Hingga batas akhir aplikasi, terhitung ada 53 pelamar melalui email lafadl@gmail.com dan 4 pelamar lainnya mengirimkan aplikasi lewat pos.

Di dalam publikasi itu, selain menetapkan batas usia peserta (maksimal 30 tahun), kami hanya menetapkan syarat minimal bagi pelamar, yaitu menyertakan data diri dan komunitas pelamar (tanpa formulir khusus dari panitia), serta contoh tulisan dengan tema apapun. Data diri dan komunitas pelamar diperlukan untuk melihat peluang penyebaran gagasan multikulturalisme, sedangkan contoh tulisan diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah pelamar sudah menguasai teknik menulis (karena program secara khusus dirancang untuk memberikan perspektif, bukan wawasan tentang teknik penulisan). Belakangan, kami baru sadar menemui banyak kesulitan dalam menseleksi peserta karena “syarat minimal” tersebut.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, kami menggunakan empat kriteria seleksi peserta yaitu berdasarkan contoh tulisan, komunitas yang dimiliki pelamar, pekerjaan pelamar, persebaran lokasi pelamar dan rasio laki-perempuan. Kami menggunakan sistem scoring untuk menilai tiga kriteria pertama. Sistem penilaian untuk tiga angka tersebut adalah sebagai berikut.

  1. contoh tulisan

Ada 5 unsur yang kita nilai dalam contoh tulisan yang dikirimkan, meliputi (1) kekuatan gagasan/ide dan keunikannya, (2) kejelasan tema/gagasan, (3) sistematika penulisan, (4) menguasai EYD, (5) pilihan diksi. Tiga unsur pertama adalah yang paling utama. Tulisan yang memiliki tiga unsur pertama ini akan mengantongi nilai 4, yang kehilangan salah satu unsurnya memiliki nilai 3, dan yang hanya memiliki salah satu unsurnya saja akan mendapatkan angka 2.

  1. Komunitas pelamar

Mengingat pembangunan infrastruktur kampanye multikulturalisme adalah salah satu tujuan program ini, kami mencoba menakar peluang perebutan makna dan penyebaran gagasan sebagai kriteria seleksi komunitas. Dari sini, kita menentukan tiga klasifikasi komunitas: (1) komunitas yang langsung berhubungan dengan perebutan makna dan gagasan, seperti pers mahasiswa, komunitas baca, kelompok studi kebudayaan/kesenian (diberi angka 3), (2) komunitas yang sedikit berhubungan dengan perebutan makna dan gagasan (diberi nilai 2), dan (3) kelompok yang relatif tidak berhubungan dengan perebutan makna seperti komunitas hobi (diberi nilai 1).

  1. Pekerjaan

Kriteria perebutan makna dan gagasan juga kami gunakan untuk menseleksi peserta berdasarkan pekerjaannya.

Dari akumulasi score tersebut diperoleh ranking peserta. Tetapi, karena pertimbangan persebaran lokasi dan rasio peserta laki-perempuan, mereka yang duduk di 15 besar tidak otomatis terpilih. Daftar peserta terpilih itu sendiri sempat mengalami perubahan beberapa kali, terutama karena pengunduran diri sebagian peserta terpilih dan satu kasus pelanggaran etika tulisan yang dikirimkan ke panitia. Dari berbagai pertimbangan tersebut, akhirnya panitia memperoleh daftar akhir lima belas peserta sebagai berikut:

 

NO

NAMA

ASAL KOTA

 

 

Lima belas orang inilah yang kemudian hadir mengikuti acara belajar menulis ini. Peserta tidak dipungut biaya. Panitia menyediakan akomodasi, transportasi, dan materi pada para peserta selama mengikuti bengkel kerja ini. Ongkos perjalanan dari dan ke tempat asal peserta ditanggung oleh peserta sendiri. Panitia tidak menyediakan uang saku bagi peserta. Hal ini kami maksudkan agar orang yang datang adalah benar-benar orang yang punya keseriusan untuk belajar. Tidak semuanya tuntas mengikuti acara. Dua orang ijin meninggalkan acara karena ada kebutuhan mendesak. Tiga orang kabur tanpa ijin dan satu orang lagi tidak mengikuti sesi terakhir. Tindakan peserta yang pergi tanpa pemberitahuan ini sangat kami sesalkan sebab jatah yang kami berikan pada mereka telah menghapus kesempatan orang lain untuk bisa mengikuti acara ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: