Kisah Getir Masyarakat Poskolonial

Selasa, 27 Juni 2006

Kisah Getir Masyarakat Poskolonial

Judul Buku : A Small Place, Sebuah Narasi Poskolonial
Penulis : Jamaica Kincaid
Tebal : x+90hlm
Harga : Rp. 24.350,-
Terbit : Juli 2006
Penerbit :Lafadl Pustaka

Penerjemah : Ita Iftitahus Sakdiyah
Editor : Heru Prasetia
Copyeditor : Bosman Batubara
Desain Cover : Dimas
Setting : Dimas


Small Place yang dimaksud judul buku ini adalah Antigua, pulau seluas sembilan kali dua belas mil di Hindia Barat. Resminya, negara pulau ini berjuluk Antigua dan Barbuda, terletak di antara Samudra Pasifik dan Laut Karibia. Lokasinya yang strategis dan keindahan alamnya yang menakjubkan —dengan langit cerah tanpa awan, lautan biru, dan sunset yang mengagumkan—membuat Antigua sangat diminati oleh para wisatawan mancanegara. Namun, di balik keindahan pemandangan dan kenyamanan cuacanya, di balik senyum-senyum ramah penduduknya, terhampar sejarah ketertindasan yang kelam serta kenyataan pahit kemiskinan yang parah. Sebab apa yang tidak bisa dilihat orang—sebagai turis—adalah korupsi yang merajalela, berbagai sekolah dan rumah sakit yang bobrok, serta warisan masa-masa kolonial yang memuakkan. Antigua adalah negeri yang penuh dengan pengalaman kolonisasi dan perbudakan sejak Columbus menjejakkan kaki di pulau itu. Pendudukan bangsa Eropa melahirkan perubahan besar di pulau permai ini. Orang-orang kulit putih itu mendatangkan budak-budak hitam dari Afrika, menggelar perkebunan kelapa dan tembakau, serta menjadikannya sebagai bagian dari koloni Inggris Raya selama hampir tiga setengah abad.
Pengalaman sejarah kolonisasi selalu melahirkan identitas poskolonial bagi masyarakat terjajah. Ada bayang-bayang pengalaman kolonisasi yang menghantui saat masyarakat ini berusaha lepas darinya. Ada kesulitan yang pelik pada masyarakat yang pernah mengalami kolonisasi untuk menemukan identitas diri mereka sendiri. Sebab, identitas mereka telah ditulis, dicatat, direkam kemudian dihadirkan kembali melalui pena kolonial secara sewenang-wenang. Wacana kolonial tersebut lantas hadir kembali menjadi sesuatu yang ilmiah, kemudian menjadi darah daging, melekat pada diri, menjadi sabda, menjadi kebenaran. Mereka tak lagi mampu menuliskan sejarah mereka sendiri. Sejarah—dan juga identitas— mereka hadir melalui tangan orang lain. Di buku ini secara lugas Kincaid melukiskannya dengan ungkapan. “…Kalian mencintai pengetahuan sehingga ke mana pun kalian pergi, kalian pasti membangun sekolah dan perpustakaan (ya, dan di kedua tempat inilah kalian mengubah atau menghapus sejarah kami dan mengagungkan sejarah kalian)….”
Pengalaman masyarakat Antigua tentu tak bisa disamakan dengan pengalaman sejarah masyarakat Indonesia. Namun pengalaman kolonisasi dan kesadaran yang diniscayakannya tidak jauh berbeda. Pengalaman menjadi obyek yang selalu dipandang, dicatat, diteliti, dan—bahkan—diciptakan sama-sama dirasakan keduanya. Dengan membaca buku ini kita akan merasakan kegetiran, kegeraman, gejolak, dan ketegangan yang sama. Karena itulah, Lafadl melihat relevansi sosial dan intelektual diterbitkannya buku ini dalam bahasa Indonesia.

Heru Prasetia

___________________________________

TENTANG Jamaica Kincaid
Jamaica Kincaid adalah novelis perempuan kelahiran St John, Antigua, pemenang penghargaan Morton Dauwen Zabel Award dari American Academy and Institute of Arts and Letters. Fokus karya-karyanya adalah mengenai pengalaman kolonisasi, imigrasi, dan juga hubungan anak-ibu. At the Bottom of the River dan Annie John adalah diantara karya-karyanya yang banyak mendapatkan pujian. Kini, selain menjadi penulis cerpen dan novel, Kincaid juga mengajar penulisan kreatif di Bennington College and Harvard University.

Lebih Jauh tentang Jamaica Kincaid, kunjungi: http://www.english.emory.edu/Bahri/Kincaid.html

2 Responses to “Kisah Getir Masyarakat Poskolonial”

  1. sahar Says:

    Sudah lama saya mencari informasi ttg postkolonial, baik ttg konsep dasar, penerapan konsep, dll. Oh ya ada contoh kasus contoh indonesia ya…?Apakah Indonesia masih terpengaruh terhadap karya-karya kolonial?Terimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: