Fasilitasi Pertemuan Evaluasi Setengah Tahun Pengurus PMII Cabang Sleman

Sabtu, 18 Maret 2006

11-12 Maret 2006

Kurang dari seminggu sebelum acara, Asih (ketua PMII Cabang Sleman) meminta bantuan kita untuk memfasilitasi pertemuan evaluasi setengah tahun kepengurusan mereka. Menimbang latar belakang keterkaitan sejarah dan manfaat balik dari pertemuan ini, kami langsung menyanggupi permintaan itu. Lewat fasilitasi itu, kami berpikir akan bisa mempraktikkan sendiri materi-materi fasilitasi dan metode pemetaan masalah yang sudah pernah kami dapatkan sebelumnya. Khusus untuk materi-materi tersebut kami berterima kasih kepada KAIL (Mbak Any dan Hung) dan Inspirit. 

Tiga hari sebelum acara, kita mendiskusikan secara lebih rinci soal kondisi pengurus dan persoalan yang dihadapi. Informasi seputar jumlah pengurus, karakter, derajat keaktifan mereka dalam kepengurusan serta persoalan kelembagaan lainnya kami butuhkan untuk membantu perencanaan. Dengan bekal beberapa informasi dasar tersebut, kami lantas perencanaan acara. Melihat terbatasnya waktu yang dialokasikan untuk pertemuan ini (kurang dari 2 hari), kami memutuskan untuk hanya akan memfokuskan fasilitasi pada tujuan perbaikan kinerja internal pengurus PMII Cabang Sleman. Dengan tujuan tersebut, kami mendasarkan perencanaan sesi fasilitasi sebagai berikut:
 

1. Pendahuluan
a. Perkenalan
Perkenalan yang dimaksud disini lebih dari sekadar mengetahui nama dan hobi sesama pengurus, tetapi juga upaya mengenali karakter pribadi dan membuka seluas mungkin cakrawala kedirian. Kita memanfaatkan permainan musical hand shake (memutar musik sambil bersalaman) untuk sesi awal ini. Dengan iringan musik campursari, peserta kami minta bergantian bersalaman. Pada saat-saat tertentu, musik kami pause dan dalam masa jeda musik tersebut kami minta peserta saling menanyakan 5 hal; hobi, karakter, kelemahan, keunggulan, dan ukuran celana dalam masing-masing. Di permainan ini tampak sekali bahwa pada pertanyaan pertama peserta tidak mengalami masalah dalam menjawab karena pertanyaan tentang hobi bersifat “netral” dan “umum”. Tetapi menginjak pertanyaan kedua ttg karakter, sebagian peserta mulai kebingungan mengenali dirinya sendiri. Dan ini berlanjut hingga pertanyaan keempat. Pada pertanyaan kelima, sebagian besar peserta secara tegas tidak mau memberikan jawaban karena merasa nomer celana dalam bukanlah “konsumsi publik”. Dari sini kami mulai mengajak peserta berefleksi bahwa ternyata mereka masih harus mengenali dirinya sendiri dan membuka sekat-sekat konstruksi sosial. Kemampuan ini sangat penting bagi aktivis perubahan sosial. 

b. Mengidentifikasi Ekspektasi Peserta atas Hasil Akhir Pertemuan
Kami meminta masing-masing peserta menulis di metaplan harapan dan kekhawatiran mereka atas forum evaluasi. (jawaban mereka penting diperoleh untuk mengukur sejauhmana forum dan fasilitasi kita mencapai keberhasilan) 

c. Mengidentifikasi perkembangan kerja Pengurus PMII Cabang
Dengan bantuan metaplan lagi, kita minta peserta untuk menuliskan 3 hal: bayangan cita-cita ketika bergabung menjadi pengurus, kondisi kepengurusan sekarang, dan masalah terbesar yang dihadapi pengurus. Di sesi ini kami ingin melihat apakah sesama pengurus memiliki visi dan misi personal yang berbeda (yang kemudian perlu diakomodasi bersama) dan melihat perspektif mereka tentang persoalan utama di tingkat pengurus cabang.

d. Kerjasama Kelompok
Setelah kita mengetahui visi dan misi personal semua peserta, sesi berikutnya kami manfaatkan untuk menjelaskan tahap-tahap pembentukan kelompok. Penjelasan ini penting untuk mengenali sampai tahap mana sebenarnya sebuah kelompok (dalam hal ini pengurus Cabang) berfungsi, dan hal apa yang perlu dirumuskan agar kelompok berfungsi lebih maksimal. Kami menggunakan permainan knots of the people untuk menjelaskan tahap-tahap pembentukan kelompok tersebut. Setelah mengajak mereka berefleksi tentang manfaat game, kami menjelaskan ada 7 tahap perkembangan kelompok: forming, informing, storming, norming, performing, mourning, dan transforming. Dengan masing-masing ciri tahapan itu, kami meminta mereka menjelaskan di posisi mana kepengurusan PMII Cabang sekarang. Sebagian besar peserta berpendapat bahwa sekarang pengurus baru berada pada tahap storming (hanya satu yang menjawab norming). Berangkat dari kesimpulan peserta tentang tahapan kelompok mereka, sesi berikutnya kami gunakan untuk membentuk norma yang dibutuhkan agar pengurus cabang bergerak memasuki tahap performing.

2. Evaluasi Enam bulan Kepengurusan
Pada tahap ini,ada beberapa tujuan yang hendak dikejar: (1) membangun kembali komitmen kepengurusan untuk bekerja selama sisa masa kepengurusan (untuk membangun norma bersama lagi), (2) mengidentifikasi masalah kelembagaan selama enam bulan yang telah lewat, (3) membangun kembali visi dan misi bersama, (4) memodifikasi target kerja masing-masing departemen yang lebih realistis untuk sisa masa kepengurusan. 

Dari diskusi peserta, tampak sekali bahwa visi dan misi kepengurusan belum jelas. Program kerja yang dirumuskan di awal kepengurusan lebih sebagai keinginan masing-masing staf departemen, tanpa ada satu ide besar yang mengaitkan semua tujuan departemen itu. Parahnya, tujuan masing-masing departemen itu tidak didasarkan pada analisis persoalan dan pengenalan struktur PMII Cabang. Di akhir sesi, kita mencoba memodifikasi target masing-masing departemen dengan bekal analisis yang lebih tajam tentang struktur PMII cabang. 

3. Pemetaan Masalah
Setelah diperoleh persoalan di tingkat pengurus cabang, sesi keesokan harinya dimanfaatkan untuk melakukan pemetaan masalah di tingkat departemen. Sesi ini memakan waktu hingga menjelang tengah malam. (Namun, beberapa orang pengurus tampak tidak memiliki keinginan yang kuat untuk mengidentifikasi masalah secara terperinci. Kemalasan dan keengganan berpikir total ini mengakibatkan pemetaan masalah tidak berjalan optimal di beberapa orang, terutama di departemen aksi dan jaringan). Sesi pemetaan masalah yang dilanjutkan hingga penentuan langkah pemecahannya itu berlangsung hingga menjelang tengah malam. 

4. Evaluasi Fasilitasi
Di akhir acara, kami meminta peserta untuk menilai materi dan “jasa” fasilitasi yang kami berikan. Dari 13 peserta, lima diantaranya menilai sangat berguna (termasuk salah seorang peserta yang kami anggap sangat potensial) dan sisanya menjawab berguna. Tidak ada satupun yang menjawab biasa saja, atau bahkan tidak berguna (kami meminta mereka memasang potongan kertas yang kami berikan pada empat kategori tersebut). Salah satu seorang peserta memberi masukan pada kita untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal.

Uzair Fauzan

20 Responses to “Fasilitasi Pertemuan Evaluasi Setengah Tahun Pengurus PMII Cabang Sleman”


  1. Khusus untuk point nomor 3. tentang, “beberapa orang pengurus tampak tidak memiliki keinginan yang kuat untuk mengidentifikasi masalah secara terperinci. Kemalasan dan keengganan berpikir total ini mengakibatkan pemetaan masalah tidak berjalan optimal,,,,” tampaknya itu adalah penilaian kawan-kawan fasilitator. Kenapa kondisi ini tidak dipakai oleh fasilitator untuk berefleksi? Apa yang salah dengan fasilitasi saya (kami) sehingga peserta tidak semangat? Meski akan tampak “sangat mulia,” tetapi tampaknya itu perlu. Apalagi zaman sekarang, dimana pelayanan kepada konsumen adalah segalanya.
    BB

  2. Petro Says:

    hi, hi, hi! Beautiful site.

  3. only adult Says:

    Welcome!!! only adult

  4. only pissing Says:

    Welcome!!! only pissing

  5. fff pussy Says:

    Welcome!!! fff pussy

  6. fff fisting Says:

    Welcome!!! fff fisting


  7. Welcome!!! fff celebrity

  8. fff sucking Says:

    Welcome!!! fff sucking

  9. fff mature Says:

    Welcome!!! fff mature

  10. fff shaved Says:

    Welcome!!! fff shaved

  11. henry Says:

    Welcome!!! henry wolff and nancy hennings tibetan bells


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: