Membongkar Klaim Para Pendukung Globalisasi

Rabu, 1 Maret 2006

Globalisasi sering diartikan sebagai penyusutan ruang dan waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang mencerminkan peningkatan interkoneksi dan interdependensi sosial, politik, ekonomi, dan kultural dalam skala global. Namun tidak semua orang merasakan globalisasi dengan cara yang sama. Orang-orang yang hidup di berbagai belahan dunia dipengaruhi oleh transformasi besar struktur sosial dan zona kultural dengan sangat beragam. Globalisasi tampaknya melahirkan peluang dan kekayaan yang sangat luar biasa bagi sedikit orang tertentu, sembari menjerumuskan banyak orang ke dalam kemiskinan dan kesengsaraan yang memilukan.

Dan kita mesti ingat bahwa globalisasi merupakan proses awal, yang secara perlahan memunculkan kondisi globalitas baru yang kualitas dan hasil akhirnya belum bisa dipastikan. Namun yang jelas, berdasarkan pengalaman masa lalu, periode transformasi sosial yang cepat ini telah mengancam dan melemahkan batas-batas lama, serta merusak tradisi-tradisi yang telah mapan. Seperti Dewa Siwa, globalisasi bukan hanya menjadi perusak, tetapi juga menjadi pencipta berbagai gagasan, nilai, identitas, praktik, dan perubahan.

Interpretasi publik mengenai asal-usul, arah, dan makna perubahan besar yang disebut dengan “globalisasi” ini cenderung berkiblat pada kekuatan-kekuatan sosial dalam ideologi globalisme. Para pendukung globalisasi secara serempak memelintir realitas sosial, melegitimasi dan mengedepankan kepentingan kekuasaan mereka hingga membentuk identitas kolektif dan personal. Hal ini dilakukan dengan menyodorkan agenda pembicaraan, berbagai pertanyaan, dan pernyataan-pernyataan kepada publik.

Apa sebenarnya globalisme itu? Apa pernyataan-pernyataan utamanya? Bagaimana ia bekerja? Apakah ia ditentang oleh sistem ide lainnya? Inilah pertanyaan-pertanyaan penting yang ingin dijawab buku ini. Maksud utama dari buku ini bukanlah untuk mencela globalisasi, melainkan untuk memberikan analisis dan kritik tajam pada globalisme. Proyek kritik semacam ini akan mendorong para pembaca untuk mengenali kontradiksi internal dan berbagai bias dalam wacana para pendukung globalisasi.

Fokus buku ini pada dimensi gagasan dan normatif globalisasi adalah sangat penting karena berbagai alasan. Pertama, kebanyakan buku mengenai globalisasi cenderung berkonsentrasi pada aspek ekonominya. Memang, aspek ekonomi sangat penting, namun penting pula untuk mengeksplorasi peranan ide-ide dalam proses tersebut. Buku-buku konvensional mengenai globalisasi seringkali hanya mengambil salah satu aspek dari diseminasi global, seperti perdagangan atau investasi, dan berbicara tentang bagaimana proses material tersebut mengakibatkan berbagai perubahan di banyak tempat. Buku ini ingin mengatakan bahwa globalisasi juga merupakan praktik ideologis dan linguistik. Globalisasi juga merupakan kisah bujuk rayu. Karena itu, analisis buku ini menggunakan pendekatan yang tidak konvensional, yakni analisis wacana yang secara kritis mengamati narasi neoliberal tentang globalisasi.

Kedua, perhatian pada dinamika ideologis globalisme di wilayah publik bisa untuk mengeskplorasi secara lebih mendetail strategi diskursif kekuatan-kekuatan neoliberal ketika mereka berusaha memanfaatkan konsep globalisasi demi kepentingan mereka sendiri. Suatu “analisis wacana kritis” untuk mencapai pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas dinamika ideologis di balik meluasnya globalisme. Tujuan buku ini adalah untuk mengungkapkan dengan jelas, dengan contoh sebanyak mungkin, bagaimana berbagai klaim dan asumsi globalisme itu melegitimasi, menguatkan, dan mempertahankan agenda politik tertentu.

Dengan menempatkan diri dalam bagian tradisi teori kritis, buku ini berupaya memberikan pemahaman mengenai bagaimana pandangan dominan tentang globalisasi mengkonstruksi realitas, serta menunjukkan bahwa gagasan-gagasan tersebut dapat diubah demi melahirkan tatanan yang lebih egalitarian dan kosmopolit. Pendeknya, buku ini adalah sebuah upaya untuk memahami bagaimana kekuatan-kekuatan global menciptakan tatanan pasar yang totaliter di abad kedua puluh satu.

Lafadl berharap buku yang akan terbit bulan Januari 2005 ini akan bermanfaat bagi para pemerhati globalisasi dan juga khalayak pembaca secara luas. Penerbitan buku ini ke dalam bahasa indonesia diharapkan akan semakin mempertajam perspektif kita dalam memahami fenomena globalisasi. Sehingga pada gilirannya akan membantu sekaligus mendorong proses gerakan menentang kekuatan-kekuatan global yang menindas tersebut. (Heru Prasetia—Lafadl)

“Tak perlu diragukan lagi, ini adalah buku terbaik mengenai teori dan praktik globalisme pasar…Sebuah buku yang sama-sama bernilainya bagi pemerhati globalisasi dan bagi mereka yang terlibat dalam praktik globalisasi itu sendiri—baik di kelas, di ruang-ruang pertemuan, maupun di jalanan”
–Benjamin Barber, dosen Civil Society di University of Maryland dan penulis buku Jihad Vs McWorld.

Heru Prasetia

One Response to “Membongkar Klaim Para Pendukung Globalisasi”

  1. aryo Says:

    buku bagus!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: